Anthropic berhasil mencatat pendapatan USD17 miliar atau sekitar Rp304,3 triliun pada kuartal ketiga 2026.
Angka itu resmi menyalip OpenAI, sang pelopor AI, dalam hal pendapatan kuartalan.
Pendapatan tersebut terungkap dalam prospektus revisi yang diajukan Anthropic ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Perusahaan pengembang AI Claude ini tengah bersiap untuk penawaran saham perdana (IPO).
Lonjakan Pendapatan dan Perbandingan dengan OpenAI
Pendapatan kuartal ketiga Anthropic tercatat 12 kali lipat lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pendapatan Anthropic mencapai USD33,24 miliar atau setara Rp595 triliun.
Kudeta terhadap OpenAI sebenarnya sudah terjadi sejak kuartal kedua.
Saat itu, Anthropic membukukan USD11,6 miliar (Rp207,64 triliun), sedangkan OpenAI pimpinan Sam Altman hanya meraup USD6,7 miliar (Rp119,93 triliun).
Padahal di kuartal pertama, OpenAI masih unggul dengan USD5,7 miliar berbanding USD4,7 miliar milik Anthropic.
Sebagai pembanding, segmen AI milik SpaceX (induk xAI pengembang Grok) hanya mengantongi USD2,56 miliar pada kuartal kedua.
Lonjakan pendapatan Anthropic terutama didorong oleh sewa layanan komputasi awan.
Meski begitu, di balik angka fantastis tersebut terdapat perbedaan pembukuan dan bayang-bayang rugi operasi.
