⌂ Home › News › Komet 3I/ATLAS Ungkap Rahasia Kimia Tata Surya dan Pembentukan Planet
News

Komet 3I/ATLAS Ungkap Rahasia Kimia Tata Surya dan Pembentukan Planet

Ilustrasi komet antarbintang 3I/ATLAS yang diamati Teleskop Luar Angkasa James Webb
A A Text Size16px

Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) baru saja mengarahkan pandangannya ke komet antarbintang 3I/ATLAS dan menemukan jejak kimia yang mengejutkan.

Komposisi kimia komet ini memiliki banyak kesamaan dengan benda-benda langit es yang berada jauh di luar orbit Neptunus.

Temuan ini tidak hanya membantu menguraikan asal-usul pengunjung ekstraterestrial tersebut, tetapi juga memberikan petunjuk baru tentang bagaimana planet terbentuk di sekitar bintang-bintang jauh.

3I/ATLAS merupakan objek ketiga dari jenisnya yang pernah ditemukan manusia, berasal dari ruang antarbintang di luar Tata Surya.

Tim peneliti yang dipimpin Southwest Research Institute (SwRI) menganalisis partikel es kecil yang dikeluarkan komet untuk mengungkap kondisi pembentukan material primitif di sistem bintang lain.

Meskipun awalnya tampak sangat berbeda dari kebanyakan komet yang pernah diamati, karakteristik kimia 3I/ATLAS justru mirip dengan objek es di tepi luar Tata Surya.

Kapsul Waktu Purba dari Sistem Bintang Jauh

Komet antarbintang adalah benda langit kecil dan es yang terbentuk dalam cakram gas dan debu di sekitar bintang-bintang jauh.

Setelah terlontar dari sistem bintangnya, benda-benda ini berkeliaran di ruang antarbintang dan kadang mengorbit di Tata Surya.

Berbeda dengan komet dalam Tata Surya yang terus mengorbit Matahari, komet antarbintang hanya berkunjung sekali dan hampir tidak memiliki peluang untuk kembali.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa 3I/ATLAS mungkin terbentuk sangat awal dalam sejarah alam semesta, menjadikannya semacam kapsul waktu purba.

Dr. Silvia Protopapa dari SwRI, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa saat 3I/ATLAS mendekati Matahari dan memanas, gas yang keluar membawa partikel es dan debu membentuk koma.

Partikel-partikel ini menyimpan petunjuk tentang kondisi lingkungan di lokasi terbentuknya komet tersebut.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates