Email undangan wawancara, slip gaji, faktur, atau dokumen tender sudah menjadi bagian rutin di tempat kerja.
Namun, kebiasaan menerima email semacam itu justru dimanfaatkan penjahat siber untuk menyembunyikan tautan dan file berbahaya.
Penyamaran email palsu pun semakin canggih sehingga sulit dibedakan dari pesan asli.
Tanda Bahaya pada Email Undangan Wawancara
Dalam contoh email palsu yang mengaku sebagai undangan wawancara online dari sebuah perusahaan, penerima diminta mengakses tautan dan mengunduh aplikasi untuk ikut serta.
Setelah diperiksa lebih teliti, muncul beberapa tanda mencurigakan yang patut diwaspadai.
Pertama, email tersebut mencantumkan kata sandi untuk mengekstrak file terlampir.
File terkompresi yang dilindungi kata sandi dapat mencegah sejumlah sistem keamanan email memeriksa isinya, sehingga membuka celah untuk menyembunyikan malware.
Kedua, penerima diminta mengunduh dan menginstal aplikasi perangkat lunak terpisah untuk wawancara tersebut.
Ketiga, tautan yang ditampilkan tampak seperti situs web resmi perusahaan, tetapi tautan sebenarnya di baliknya bisa mengarahkan pengguna mengunduh file berbahaya.
Sejumlah email juga dapat menyamar sebagai pengirim, menyembunyikan alamat asli di balik tautan, dan menyisipkan malware dalam lampiran.
Karena itu, memeriksa detail tidak biasa pada email sebelum mengklik tautan atau membuka lampiran menjadi langkah penting untuk menghindari jebakan.
