Stroke masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan RI 2024 mencatat stroke menyumbang 18,5% dari total kematian dan 11,2% dari total kecacatan.
Di tingkat global, stroke merupakan penyebab kematian kedua terbesar dan penyebab gabungan kematian serta kecacatan ketiga.
Beban stroke meningkat signifikan pada periode 1990 hingga 2021.
Kasus stroke baru naik 70%, kematian akibat stroke naik 44%, dan jumlah kasus stroke yang ada naik 86%.
Disability-Adjusted Life Years (DALYs), yaitu tahun kehidupan sehat yang hilang akibat kematian dini dan kecacatan, juga meningkat 32%.
Faktor risiko metabolik berkontribusi sekitar 69,0% terhadap beban stroke. Faktor risiko lingkungan 37,0%, dan faktor risiko perilaku 35,0%.
Kontribusi tersebut dapat tumpang tindih dan tidak dapat dijumlahkan.
Batas Waktu Krusial Penanganan Stroke
dr. Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, Spesialis Saraf dari Siloam Hospitals TB Simatupang, mengungkap durasi krusial dalam penanganan stroke.
Ia menyatakan timnya mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time).
Pada stroke iskemik, obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak untuk mengurangi risiko kecacatan.
Terapi diberikan setelah evaluasi dokter dan pencitraan otak menyingkirkan perdarahan serta memastikan kelayakan pasien.
Trombolisis intravena umumnya diberikan sesegera mungkin dalam 4,5 jam sejak awal gejala atau terakhir diketahui normal.
Siloam Hospitals TB Simatupang meraih Diamond Excellence Award untuk Layanan Saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 dari PERSI.
Rumah sakit ini juga kembali memperoleh Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization (WSO).
