OpenAI kembali menghadapi gugatan hukum. Kali ini, orang tua seorang mantan insinyur Amazon menduga penggunaan ChatGPT berkontribusi terhadap kematian putri mereka.
Korban diidentifikasi sebagai Bowen Wan, 31 tahun. Ia meninggal dunia pada Februari 2026.
Menurut laporan The New York Times, Wan diduga mengikuti jadwal pengurangan dosis obat anti-kejang yang disarankan melalui interaksinya dengan sistem kecerdasan buatan tersebut.
Kronologi dan Motif Gugatan
Visa tinggal Wan di Amerika Serikat dilaporkan akan berakhir pada pertengahan Februari jika ia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan baru.
Berdasarkan gugatan, Wan berupaya meningkatkan keterampilan komunikasinya untuk keperluan wawancara kerja.
Ia meyakini bahwa mengurangi dosis obat anti-kejang lamotrigine dapat meredakan efek samping tertentu yang ia alami.
Gugatan ini menyoroti kembali persoalan tanggung jawab sistem AI ketika saran yang dihasilkan berdampak pada keputusan medis pengguna.
