Sebuah peringatan keamanan menyoroti bahwa model kecerdasan buatan (AI) dapat dioperasikan secara terdistribusi dengan memanfaatkan kerentanan pada perangkat IoT rumahan, seperti televisi dan lemari es.
Cara ini tidak memerlukan unit pemrosesan grafis (GPU) berkinerja tinggi yang biasanya ada di pusat data besar.
Para analis memperingatkan bahwa perangkat dengan kinerja terbatas pun dapat dihubungkan untuk menjalankan model AI.
Kondisi itu berpotensi menciptakan risiko eksploitasi untuk serangan siber di masa mendatang.
IoT adalah sistem perangkat fisik, mesin, peralatan, atau sensor yang terhubung melalui internet.
Perangkat tersebut mampu mengumpulkan, berbagi, dan memproses data secara otomatis tanpa campur tangan manusia langsung.
Temuan Tim Merah Anthropic
Dalam laporan yang diterbitkan pada 12 Oktober waktu setempat, peneliti dari tim merah Anthropic menunjukkan bahwa perangkat IoT kecil dapat dihubungkan untuk menjalankan model AI secara terdistribusi.
Mereka mengkhawatirkan bahwa seiring perkembangan teknologi, penyerang dapat mengambil kendali atas peralatan rumah tangga dan memakainya sebagai platform untuk menjalankan model AI.
Perangkat IoT rumahan seperti TV, kulkas, oven, dan robot penyedot debu umumnya memiliki memori dan daya komputasi yang terbatas.
