Bumi berpotensi diterjang serangkaian badai matahari menyusul letusan dahsyat di Matahari, termasuk gelombang masif plasma panas yang dikenal sebagai tsunami surya.
Fenomena cuaca antariksa ini dapat memicu badai geomagnetik dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga kuat.
Prakiraan cuaca antariksa memprediksi hingga tiga lontaran massa korona (CME) akan menghantam Bumi pada tanggal 9 dan 11 Oktober.
Peristiwa ini melibatkan pelepasan miliaran ton partikel bermuatan dan medan magnet ke luar angkasa.
Saat berinteraksi dengan medan magnet Bumi, lontaran tersebut dapat memicu badai geomagnetik.
Badai Geomagnetik G1 hingga G3
Badai yang diperkirakan terjadi berkisar antara kategori G1 (ringan) hingga G3 (kuat) pada skala badai geomagnetik.
Terdapat pula potensi munculnya aurora di wilayah-wilayah yang biasanya tidak mengalami fenomena cahaya warna-warni ini.
Namun, kemunculannya bergantung pada kekuatan dan orientasi medan magnet yang dibawa oleh lontaran tersebut.
