Elon Musk akan mengganti nama perusahaannya, SpaceXAI, menjadi SpaceXSI. Perubahan ini bukan karena strategi bisnis, melainkan mengikuti perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump mewajibkan istilah artificial intelligence (AI) diganti menjadi super intelligence (SI).
"Tidak ada lagi AI," tulis Musk di X, Minggu (4/10/2026). Menurut dia, sebutan SI "lebih baik".
Saat ditanya warganet apakah nama perusahaannya akan berubah, Musk menjawab, "Ya, kami akan melakukan perubahan itu." Ia menambahkan, "SpaceX adalah perusahaan super intelligence."
Hingga Minggu pagi waktu AS, situs dan akun media sosial perusahaan masih bernama SpaceXAI. Musk belum memberi jadwal perubahan resmi.
Perintah Eksekutif Trump
Pekan lalu, Trump meneken perintah yang mewajibkan departemen dan lembaga federal memakai istilah super intelligence dan SI dalam komunikasi resmi.
Cabang eksekutif tak lagi mengakui penggunaan istilah AI.
Dalihnya, sistem frontier saat ini dinilai jauh melampaui sekadar meniru atau mengotomatisasi kecerdasan manusia, dan melebihi apa yang dibayangkan saat istilah AI pertama kali dipakai.
Trump juga menyebut banyak orang menganggap AI istilah yang "tidak akurat dan sangat tidak elok".
