Produser Olivia Zallianty menggandeng penyanyi Isyana Sarasvati untuk membawakan lagu Pancasila dengan aransemen orkestra.
Keputusan ini diambil karena karakter vokal Isyana yang kuat dan latar belakang musik opera dinilai sesuai dengan konsep karya tersebut.
Selain kualitas vokal, Olivia melihat Isyana memiliki daya tarik besar bagi generasi muda. Kehadiran penyanyi itu diharapkan memperluas jangkauan pendengar sekaligus mendekatkan pesan kebangsaan melalui musik.
"Pertimbangan pertama tentu suaranya, karena konsep musik ini mengusung orkestra dan opera.
Isyana memiliki latar belakang opera, sehingga karakter vokalnya sangat cocok dengan kebutuhan lagu Pancasila," ujar Olivia Zallianty.
Sebelum menetapkan konsep orkestra untuk produksi musik video pertama, tim kreatif sempat mengeksplorasi berbagai aliran musik lain. Beberapa genre yang dicoba antara lain hip-hop, dangdut, dan musik ceria.
"Kami membuat beberapa aransemen dengan genre berbeda, termasuk hip-hop dan dangdut.
Namun, untuk produksi musik video pertama, kami memilih versi orkestra karena ingin menjaga marwah Pancasila," kata Olivia Zallianty.
Proses perancangan karya ini juga melibatkan pandangan para tokoh, pemangku kebijakan, serta forum diskusi akademis bersama sejumlah profesor dan perguruan tinggi.
Salah satu yang disebut adalah Universitas Pancasila di Jakarta dan Solo.
"Perjalanan ini cukup panjang, bahkan sempat terhenti sekitar satu tahun. Kami melakukan diskusi akademik terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan Pancasila dikemas dalam aransemen orkestra," ujar Olivia Zallianty.
Proyek musik ini akhirnya mendapat dukungan penuh dari kementerian terkait untuk memproduksi musik video. Dukungan itu diperoleh setelah karya tersebut mendapat respons positif dalam berbagai forum diskusi akademis.
