⌂ Home › News › Putri Marino Diskusi Intens dengan Kamila Andini soal Pertiwi
News

Putri Marino Diskusi Intens dengan Kamila Andini soal Pertiwi

Aktris Putri Marino saat konferensi pers film Empat Musim Pertiwi di Jakarta
Putri Marino Diskusi Intens dengan Kamila Andini soal Pertiwi
A A Text Size16px

Aktris Putri Marino mendalami realitas dan ketidakadilan sistemik yang dihadapi perempuan di lingkungan domestik maupun kerja saat memerankan karakter Pertiwi dalam film Empat Musim Pertiwi.

Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Putri mendalami peran melalui studi literatur serta diskusi mendalam bersama sutradara dan penulis skenario, Kamila Andini.

Salah satu rujukan bacaan yang diberikan sutradara untuk memahami kompleksitas karakter utama adalah buku Perempuan di Titik Nol.

"Aku baca buku dan akhirnya pelan-pelan mulai mengerti tentang rasa yang dialami seorang perempuan," ujar Putri Marino.

Ia menyebut ketidakadilan tanpa henti yang dialami perempuan di daerah domestiknya, lingkungan tempat dia bertumbuh, dan tempat dia bekerja.

Penjelasan mengenai perbedaan latar belakang pribadi dengan karakter yang dimainkan mendorong Putri untuk terus bertukar pikiran dengan sutradara selama proses produksi.

"Banyak sekali perbedaan antara karakter Pertiwi dan Putri lalu kompleksnya karakter Pertiwi," kata Putri.

Ia memutuskan hal paling penting yang dilakukannya adalah berdiskusi dengan Kak Dini.

Keterlibatan dalam proyek ini turut mengubah pandangan personal sang aktris mengenai sikap mandiri dan arti kekuatan dalam menghadapi dinamika kehidupan.

"Aku bisa handle semuanya sendiri, tapi setelah terlibat disini dan melihat betapa kuat dan rapuhnya Pertiwi, itu beda," ujar Putri.

Ia mengaku belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini dan kebersamaan itu sendiri.

Pengalaman berakting tersebut memberikan perspektif baru bagi Putri mengenai sosok Pertiwi yang dinilainya memiliki sisi ketangguhan sekaligus kerentanan.

"Setelah terlibat di Empat Musim Pertiwi dan melihat betapa kuatnya Pertiwi dan juga rapuhnya Pertiwi, tapi dia juga bisa menjadi kekuatan untuk orang-orang di sekitarnya," ucap Putri.

Proses menyelami karakter ini menjadi sarana pembelajaran penting baginya mengenai arti kebersamaan dan saling mendukung antar sesama.

Sementara itu, Kamila Andini menjelaskan bahwa penyusunan perspektif dalam film dilakukan lewat interaksi langsung dengan para penyintas.

Hal itu untuk memastikan karakter bertindak sesuai kebutuhan korban.

"Kita melihat Pertiwi tidak pernah sebenarnya, walaupun dia mampu tidak pernah membantu karakter lain tanpa dengan keputusannya Pertiwi," kata Kamila Andini.

Pertiwi selalu bertindak atas kebutuhan karakter tersebut.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates