⌂ Home › News › 48 Seniman KoSeRuYa Pamerkan Karya di Pameran Arteria Surabaya
News

48 Seniman KoSeRuYa Pamerkan Karya di Pameran Arteria Surabaya

Pengunjung melihat karya seni rupa dalam pameran Arteria di Surabaya
48 Seniman KoSeRuYa Pamerkan Karya di Pameran Arteria Surabaya
A A Text Size16px

Sebanyak 48 seniman yang tergabung dalam Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (KoSeRuYa) menggelar pameran bertajuk Arteria.

Pameran ini berlangsung di Balai Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, mulai 29 September hingga 5 Oktober 2026 dalam ajang Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026.

Nama Arteria dipilih karena merujuk pada konsep biologis pembuluh darah yang membawa kehidupan.

Panitia memanifestasikannya sebagai simbol saluran gagasan dan imajinasi antarperupa agar iklim kesenian di Surabaya terus bergerak dinamis.

Panitia pameran, Mu'id Arsyad, menegaskan bahwa pergelaran ini menyasar keberlanjutan ekosistem seni serta peningkatan apresiasi masyarakat lokal terhadap karya seni rupa.

"Dalam konteks pameran ini, Arteria dimaknai sebagai jalur yang mengalirkan energi, gagasan, kreativitas, dan semangat berkesenian dari satu perupa kepada perupa lainnya, dari satu kota ke kota lainnya," ujar Mu'id Arsyad.

Menurutnya, Arteria menjadi simbol denyut seni rupa yang terus bergerak tanpa terbatas pada satu gaya, generasi, komunitas, maupun wilayah.

Arsyad menambahkan bahwa potensi daya tarik kesenian lokal berpeluang mendukung sektor pariwisata daerah jika dikelola secara berkelanjutan.

"Dengan adanya kesenian, kota kita akan jadi lebih indah. Kebudayaan kita jadi lebih maju lah.

Kebudayaan kita jadi berkembang," kata Mu'id Arsyad.

Ia mencontohkan banyak negara luar mendatangkan wisatawan hanya dengan keseniannya.

Menurutnya, hal positif itu bisa dicontoh dengan cara menghidupkan seniman dan keseniannya.

Keterbatasan anggaran finansial masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pameran.

Namun, hal tersebut tidak menghentikan pergerakan komunitas untuk aktif memamerkan karya di berbagai tempat.

"Tapi ya setidaknya komunitas-komunitas seperti kita ini yang lebih bisa menghidupkan, karena yang sangat aktif bergerakan kita-kita ini," ujar Mu'id Arsyad.

"Ibaratnya kita ini akar rumput yang terus bergerak, meskipun nggak ada dana, kita terus pameran. Ke sana, ke sini, ke manapun kita kan sering sekali pameran," tambahnya.

Seniman berharap adanya dukungan konkret berupa subsidi dari pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan seni rupa di Jawa Timur.

"Ya harapan kita, pemerintah lebih ada kepedulian terhadap seniman, khususnya seniman-seniman yang aktif bergerak, aktif menghidupkan ekosistem keseniannya," kata Mu'id Arsyad.

Ia berharap setidaknya ada subsidi untuk saling bekerja sama, menguatkan satu sama lain, dan bersama-sama memperjuangkan, membangun, serta memajukan seni rupa di Jawa Timur.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates