Para peneliti di Amerika Serikat mengembangkan alat kecerdasan buatan yang dapat memperkirakan peluang kelangsungan hidup pasien kanker hanya dari foto wajah.
Studi tersebut diterbitkan pada Senin di jurnal The Lancet Digital Health, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Sistem bernama FAHR-Face ini dikembangkan oleh peneliti di Mass General Brigham, Massachusetts, AS.
Alat ini menganalisis fitur wajah untuk memperkirakan usia biologis dan risiko kematian, yang berpotensi membantu dokter mengambil keputusan terkait pengobatan.
Cara Kerja dan Fokus Analisis
Model dilatih menggunakan lebih dari 40 juta gambar wajah dan diadaptasi menjadi dua perangkat.
FAHR-FaceAge memperkirakan usia biologis, sedangkan FAHR-FaceSurvival memprediksi peluang kelangsungan hidup pasien kanker langsung dari foto wajah, terlepas dari estimasi usia.
Peneliti menemukan bahwa model prediksi kelangsungan hidup berfokus terutama pada area di bawah mata dan di sekitar hidung.
Sementara itu, model estimasi usia menganalisis fitur wajah di sekitar mulut dan pelipis.
Temuan ini menunjukkan kedua sistem mengidentifikasi pola berbeda terkait kesehatan.
Model prediksi kelangsungan hidup dilatih menggunakan gambar dari 34.363 pasien dan diuji pada 3.820 pasien lainnya.

