⌂ Home › News › Batas Umur Mesin Pesawat Terbang: Dari 2.000 hingga Puluhan Ribu Jam
News

Batas Umur Mesin Pesawat Terbang: Dari 2.000 hingga Puluhan Ribu Jam

Ilustrasi mesin pesawat terbang yang menjalani perawatan berkala
A A Text Size16px

Batas umur mesin pesawat terbang tidak bisa disamakan untuk semua jenis. Jawabannya bergantung pada tipe mesin yang digunakan.

Ada mesin yang butuh pemeriksaan besar setelah beberapa ribu jam terbang. Namun ada pula mesin pesawat penumpang yang mampu beroperasi hingga puluhan ribu jam.

Seperti mesin mobil atau sepeda motor, mesin pesawat mengalami keausan akibat pemakaian berulang. Bedanya, mesin pesawat bekerja pada kondisi jauh lebih berat.

Fluktuasi suhu dan tekanan selama penerbangan menjadi faktor yang membedakannya. Karena itu, jumlah jam terbang jadi tolok ukur utama penentuan jadwal perawatan.

Meski begitu, angka jam terbang yang tinggi tidak otomatis berarti mesin tidak lagi aman digunakan.

Mesin Pesawat Kecil dan Interval Overhaul

Untuk pesawat kecil yang biasa dipakai pelatihan terbang atau penerbangan pribadi, mesin piston umumnya punya interval antar-overhaul 1.200 hingga 2.400 jam.

Angka itu bergantung pada model spesifiknya. Artinya, saat mesin mendekati 2.000 jam operasional, perencanaan pemeriksaan dan perawatan jadi semakin krusial.

Namun angka tersebut bukan batas mutlak bagi setiap mesin. Setiap model memiliki spesifikasi uniknya masing-masing.

Menariknya, mesin yang jarang digunakan justru bisa mengalami masalah. Jika pesawat dibiarkan tidak beroperasi terlalu lama tanpa perawatan tepat, korosi internal dapat terjadi.

Kondisi itu bisa muncul meskipun total jam terbangnya masih rendah. Sementara itu, mesin turboprop dapat beroperasi dalam jangka waktu lebih lama.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates