Xiaomi 17T Series menjadi perangkat wajib dalam Jogja Photo Hunting Trip yang digelar Xiaomi Indonesia pada 9-11 Oktober 2026.
Perjalanan dimulai dari titik kumpul di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Gate 3, pukul 06.00.
Rombongan bertolak pukul 08.00, lalu mengikuti presentasi pembuka sebelum check-in di Hotel Patra Malioboro.
Pada pukul 14.30, peserta bergerak ke Gumuk Pasir Parangkusumo dan melanjutkan pemotretan matahari terbenam di Parangtritis pukul 16.30.
Lensa Tele 115 mm dan Kompresi Ruang
Xiaomi 17T Series membawa julukan The Telephoto Master dengan lensa tele berstruktur periskop Leica.
Susunan lensa yang berbaring di dalam bodi membelokkan cahaya, serupa periskop kapal selam.
Hasilnya, zoom optik 5x asli setara lensa 115 mm, ditambah 10x yang disebut berkualitas optik atau setara 230 mm.
Di Gumuk Pasir Parangkusumo, fotografer memotret model bergaun putih bersama kuda pantai.
Lensa tele menarik latar yang jauh agar terasa menempel pada subjek, sebuah efek yang disebut kompresi ruang.
Jika lensa lebar mendorong latar menjauh, lensa tele justru mendekatkannya.
Bayangkan tumpukan kartu yang dirapatkan: jarak antarlapisan seolah hilang.
Orang di depan, ombak di tengah, dan langit di belakang pun berdempetan dalam satu bingkai.
Langit kelabu, kuda pantai, dan model bergaun putih menjadi bahan uji Xiaomi 17T Series di Parangtritis.

