Kekayaan bersih CEO Nvidia Corp. , Jensen Huang, melampaui USD200 miliar atau setara Rp3.580 triliun.
Lonjakan ini terjadi setelah saham produsen cip AI tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Data estimasi miliarder waktu nyata Forbes mencatat total harta Huang mencapai USD203,2 miliar atau Rp3.637,28 triliun pada Jumat pagi.
Posisi itu menempatkannya sebagai orang terkaya ketujuh di dunia.
Dalam satu sesi perdagangan, kekayaannya meroket USD3,4 miliar atau sekitar Rp60,86 triliun.
Pemicunya adalah saham Nvidia yang menembus rekor baru di atas USD237 atau Rp4.242.300.
Saham Nvidia dan Sentralisasi Modal
Setelah menyentuh puncak, saham Nvidia sedikit melandai.
Meski begitu, harga tetap mengunci kenaikan hampir 2 persen di posisi USD235,39 atau Rp4.213.481 sekitar pukul 11:45 EDT.
Laporan Forbes menyoroti agresivitas laju saham yang mendasari fenomena sentralisasi ini.
Kekayaan Huang bertambah USD3,4 miliar selama sesi tersebut saat Nvidia naik di atas USD237 menuju rekor tertinggi baru.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai apakah ledakan valuasi cip AI bertumpu pada produktivitas riil atau semata digerakkan euforia irasional bursa.
Keuntungan revolusi AI terlihat terakumulasi pada pucuk pimpinan perusahaan.
