Kecerdasan buatan mulai keluar dari layar ponsel dan menempel di wajah, leher, atau saku. Meta merilis Muse Charm, perangkat mungil mirip tamagotchi yang menyasar orang dewasa.
Muse Charm muncul di tengah serbuan gawai AI yang ingin menggantikan fungsi ponsel pintar. Perangkat ini menjadi bagian dari gelombang gawai AI sekunder yang terus bertambah.
Bentuknya beragam: kacamata, earbud, perekam suara, hingga benda mungil mirip mainan. Janjinya sama, menjadi jembatan cerdas bagi kehidupan digital pengguna tanpa harus membuka ponsel.
Setidaknya ada delapan perangkat terbaru di kategori ini.
Di antaranya Comu Action Pro, Meta Glasses dan Muse, Rabbit R1 dengan OS3, Violoop, Elehear Beyond 2 Pro, Viaim Rise, Relay Q, dan Boya Notra Neo.
Comu Action Pro dan Plaud Note Pro
Comu Action Pro buatan Comulytic tampil paling berani menantang. Bentuknya setipis kartu kredit dan berfungsi merekam serta mencatat rapat, telepon, dan wawancara.
Perangkat ini dibekali enam mikrofon dengan daya rekam lebih dari 60 jam. Ia diklaim fasih 113 bahasa, lengkap dengan transkripsi dan terjemahan waktu nyata.
Adiknya, Comu Note Pro, hadir dengan bentuk serupa untuk kelas pemula. Lawan langsungnya adalah Plaud Note Pro.
Harga Comu jauh lebih murah, tetapi transkripsinya belum semulus Plaud. Muse Charm dan perangkat lain menandai arah baru gawai AI yang ingin lepas dari layar ponsel.
