Titan, bulan terbesar Saturnus, memiliki lautan dan danau metana yang membentang ratusan kilometer di permukaannya.
Temuan ini terungkap dari pengamatan pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA selama bertahun-tahun mempelajari sistem Saturnus.
Penemuan tersebut juga memperkuat bukti sebelumnya dari Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Titan memiliki atmosfer yang sangat tebal. Para ilmuwan telah lama menduga kondisi di sana memungkinkan metana dan etana berada dalam bentuk cair.
Dugaan itu membentuk sistem sungai, danau, dan laut yang mirip dengan siklus air di Bumi.
Komposisi yang Berbeda dari Bumi
Perbedaan utama terletak pada komposisi kimianya.
Lautan dan danau di Bumi mengandung air, sedangkan di Titan sebagian besar terdiri dari metana dan etana cair.
Kondisi itu terjadi karena suhu permukaan Titan sangat rendah. Hidrokarbon yang di Bumi berwujud gas justru berada dalam keadaan cair di sana.
Pengamatan Cassini menunjukkan area cairan terbesar di Titan memiliki panjang mulai dari beberapa ratus hingga ribuan kilometer.
Karena ukurannya yang sangat besar, danau-danau tersebut sering disebut sebagai laut.
Cassini juga menemukan ratusan danau kecil dengan ukuran mulai dari beberapa kilometer hingga sekitar 240 kilometer.
Beberapa danau memiliki garis pantai yang kompleks. Banyak danau lain berkelompok di dekat Kutub Utara Titan.
Kelompok itu membentuk apa yang dapat dibayangkan sebagai wilayah danau raksasa di bulan tersebut.
Di Bumi, laut dan danau besar sangat memengaruhi kondisi angin di daerah sekitarnya. Air membutuhkan waktu lebih lama daripada daratan untuk memanas dan mendingin.
Penguapan dari permukaan air juga berkontribusi mengatur perpindahan panas di atmosfer.
Perbedaan suhu antara air dan daratan dapat menciptakan arus angin yang bertiup dari daratan ke laut atau sebaliknya.
