Paris Saint-Germain diunggulkan untuk mempertahankan trofi Liga Champions saat berhadapan dengan Arsenal di final. Laga akan digelar di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Sejumlah pengamat dan mantan pemain menilai pengalaman dan kualitas lini serang menjadi faktor pembeda bagi klub Prancis tersebut.
Pirlo: PSG Unggul Pengalaman
Mantan gelandang AC Milan Andrea Pirlo menjagokan Les Parisiens karena keunggulan pengalaman di partai puncak.
Tim asuhan Luis Enrique berstatus juara bertahan, sementara Arsenal baru kembali ke final setelah 20 tahun.
Pirlo mengaku terkesan dengan perkembangan performa PSG di bawah arahan Luis Enrique. Ia menyebut pelatih asal Spanyol itu sebagai yang terbaik di dunia saat ini.
"Luis Enrique adalah pelatih terbaik di dunia saat ini," ujar Pirlo kepada Sky Sports.
Menurut Pirlo, Enrique berhasil membangun tim dengan mentalitas kuat dan mengandalkan pemain muda. Ia memuji permainan cepat, dinamis, dan teknikal yang ditunjukkan PSG.
"Dia sudah menciptakan tim kuat, mentalitas kuat dengan pemain-pemain muda. Sungguh menyenangkan melihat mereka tampil baik," kata Pirlo.
Meskipun Arsenal baru juara Premier League, Pirlo tetap menilai PSG lebih berpeluang. Ia memperkirakan peluang 60-40 untuk PSG.
"Sudah diatur dengan baik karena PSG adalah juara bertahan, sementara Arsenal ini pertama kalinya dalam 20 tahun. Saya pegang 60-40 untuk Paris," katanya.
Merson: PSG Jangan Kebobolan Lebih Dulu
Legenda Arsenal Paul Merson memprediksi pertandingan tidak akan berjalan terbuka. PSG diyakini mampu menang dengan syarat tidak kebobolan gol terlebih dahulu.
Sebab, lini pertahanan Arsenal sangat kokoh dengan hanya kebobolan enam gol dari 14 laga sejak fase liga. Arsenal belum terkalahkan di kompetisi ini.
"PSG akan menunjukkan respek kepada Arsenal. Ini tidak akan seperti saat melawan Bayern Munich di leg pertama," ujar Merson di Sportskeeda.
Merson menambahkan bahwa membongkar pertahanan Arsenal akan sangat berat jika PSG tertinggal lebih dulu.
"Kalau PSG ingin memenangi final ini, mereka tidak boleh membiarkan Arsenal mencetak gol lebih dulu," lanjutnya.
Namun, Merson mengakui PSG unggul materi pemain di lini depan.
Trisula serangan PSG dinilai superior dibandingkan Arsenal, berkaca pada keberhasilan menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 6-5 di semifinal.
"Kita tahu betapa sulitnya membongkar Arsenal. Tapi trisula lini depan mereka superior dibandingkan Arsenal," tutur Merson.
"Bahkan jika Arsenal mencoba, mereka tidak bisa menyamai lini serang PSG!" katanya menambahkan.
