Kebakaran melanda sebuah rumah berbahan kayu jati di Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026) siang.
Api diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Kobaran api menghanguskan bangunan berukuran 10x9 meter beserta seluruh isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Kebakaran
Kepulan asap hitam pertama kali terlihat oleh seorang saksi bernama Nuryanti dari sisi belakang atas rumah korban. Warga setempat segera bergotong-royong memadamkan api sambil menghubungi pihak berwenang.
Proses pemadaman melibatkan empat unit armada pemadam kebakaran gabungan dari Cepu, Randublatung, dan TRC. Api berhasil dikendalikan dalam waktu satu jam.
"Api cepat membesar.
Warga segera membantu memadamkan api sambil menghubungi Polsek Kedungtuban, Satpol PP, Damkar dari Cepu, Randublatung, dan TRC, serta Koramil Kedungtuban," ujar Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono.
Kerugian dan Dampak
Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi pada pukul 13.30 WIB. Dugaan sementara, api dipicu hubungan arus pendek listrik.
"Sebuah rumah kayu jati milik warga Desa Kemantren RT 6 RW 1, Kecamatan Kedungtuban, terbakar pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 13.30 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik," ungkap Midiyono.
Harta benda di dalam rumah seperti sepeda, pakaian, dan lemari tidak dapat diselamatkan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 250 juta.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 250 juta," ucap Midiyono.
Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah bernama Yunus sedang tidak di tempat. Istri dan anaknya yang berada di rumah berhasil menyelamatkan diri ke rumah tetangga.
TRC BPBD Blora, Agung Triyono, menyatakan bahwa kerusakan bangunan masuk kategori berat. "Kerusakan, rumah utama dan belakang terbakar habis.
Kerugian sekitar Rp 250 juta. Api dapat dipadamkan oleh tim damkar gabungan dan tidak merembet ke rumah dan objek lain," jelasnya.
