⌂ Home › News › Ribuan Warga Semarang Padati Lapangan Eks Wonderia untuk Salat Idul Adha
News

Ribuan Warga Semarang Padati Lapangan Eks Wonderia untuk Salat Idul Adha

Ribuan warga melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Eks Wonderia Semarang
Ribuan warga melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Eks Wonderia Semarang
A A Text Size16px

Sebanyak 1.100 warga memadati lapangan eks Wonderia di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang untuk melaksanakan salat Idul Adha pada Rabu (27/5/2026) pagi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PC Muhammadiyah Candisari 2 bersama Masjid Al-Muttaqin. Warga mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB dengan mengenakan pakaian putih.

Khatib sekaligus imam salat Idul Adha adalah Ahwan Fanani, Guru Besar Hukum Islam Keluarga Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Walisongo.

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya nilai kekeluargaan yang sering dianggap sepele.

Fanani menjelaskan bahwa Idul Adha erat kaitannya dengan sejarah keluarga Nabi Ibrahim yang melahirkan agama-agama besar. Dari garis keturunan Nabi Ismail, sejarah bersambung hingga lahirnya Nabi Muhammad.

"Idul Adha mengenang keluarga Nabi Ibrahim. Dari putra beliau, Nabi Ismail, lahirnya nabi kita, Nabi Muhammad SAW," ujar Ahwan Fanani.

Ia juga menguraikan perjalanan spiritual Nabi Ibrahim dalam menolak penyembahan berhala. Berdasarkan penalarannya, Nabi Ibrahim menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang patut disembah.

"Nabi Ibrahim menegakkan tauhid dengan menolak berhala, dengan segala penalarannya, dan dia menemukan hanya ada satu tuhan yang patut disembah, yakni Allah SWT," jelasnya.

Fanani memaparkan doa Nabi Ibrahim agar keturunannya menjadi pemimpin, seperti Nabi Muhammad yang mewarisi ajaran para nabi terdahulu.

Ia mengingatkan untuk hanya menyembah kepada Allah SWT.

Ia mengakhiri khutbah dengan pesan tentang esensi Idul Adha bagi pembentukan keimanan keluarga. "Ajaran Idul Adha adalah memperingati sebuah keluarga yang membentuk sebuah keimanan.

Keturunan kita, baik ada maupun tidak ada, melakukan kebaikan adalah yang utama," lanjutnya.

Jumlah jemaah dikonfirmasi oleh pihak penyelenggara.

"Ini ada 29 saf, setidaknya yang datang mencapai 1.100 orang," kata Kurniawan Eko, Panitia Salat Id dari Masjid Al-Muttaqin.

Panitia menyediakan 29 saf dengan kapasitas sekitar 40 orang per saf. Setelah salat, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban berupa empat ekor sapi dan lima ekor kambing.

"Ada penyembelihan hewan kurban juga empat ekor sapi dan lima ekor kambing," pungkas Kurniawan Eko. Daging kurban akan didistribusikan kepada warga sekitar lapangan.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates