Keputusan kapan mengklaim Social Security tidak boleh dilakukan secara acak. Menurut laporan Detik Finance, pemilihan bulan yang tepat sangat bergantung pada implikasi pajak.
Mengajukan klaim di awal tahun kalender berpotensi meningkatkan penghasilan kena pajak pada periode tersebut.
Hal ini krusial bagi mereka yang masih bekerja sambil menerima manfaat, karena bisa menggugurkan kelayakan kredit pajak tertentu akibat lonjakan pendapatan.
Sebaliknya, menunda klaim hingga akhir tahun membantu mempertahankan bracket pajak yang lebih rendah.
Strategi ini menunda beban pajak ke tahun berikutnya, menguntungkan jika penerima memperkirakan pendapatan lebih rendah di tahun tersebut.
Klaim akhir tahun juga memberi kesempatan untuk meninjau total penghasilan tahunan, termasuk manfaat Social Security baru, sebelum memutuskan menarik dana dari rekening pensiun alternatif.
Memilih klaim pertengahan tahun menawarkan pendekatan seimbang.
Waktu ini memungkinkan penilaian penghasilan kena pajak year-to-date sambil menghitung pendapatan tambahan tanpa memicu tarif pajak lebih tinggi.
Aturan Administrasi dan Penghitungan Manfaat
Setelah mencapai full retirement age, Social Security Administration menghitung manfaat bulanan berdasarkan usia dalam bulan, bukan tahun penuh.
Penerima hanya menerima pembayaran untuk bulan-bulan tertentu saat mereka memenuhi syarat, bukan sepanjang tahun kalender.
Misalnya, seseorang yang mengajukan klaim pada Maret akan menerima manfaat mulai bulan itu. Namun, karena pembayaran diberikan pada bulan setelah manfaat diperoleh, cek pertama baru tiba pada April.
Implikasi pajak menjadi faktor penting saat memilih bulan klaim, terutama bagi mereka yang mendekati perpindahan bracket pajak lebih tinggi.
Memilih bulan yang tepat membantu menghindari fenomena income bunching.
Income bunching terjadi ketika wajib pajak menerima pendapatan kerja standar dan manfaat Social Security dalam tahun kalender yang sama.
Meski tidak selalu negatif, situasi ini sering menimbulkan komplikasi perpajakan tersendiri.
