Investor dan tokoh media Kevin O'Leary mendesak pengesahan segera Clarity Act pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk mendorong adopsi Bitcoin dan tokenisasi oleh investor institusional.
Hal itu ia sampaikan dalam sesi diskusi di acara Consensus milik CoinDesk, sebagaimana dilaporkan Detik Finance dari laporan Benzinga dan Yahoo Finance LLC.
Dalam unggahan di X, O'Leary menekankan perlunya kepatuhan global melalui undang-undang formal. Tanpa aturan ini, narasi kripto utama akan tetap berada di pinggiran bagi pemain institusional besar.
"Harus ada kepatuhan global di bawah SEC dengan pengesahan undang-undang yang nyata. Jika itu terjadi, semuanya akan berubah," ujar bintang "Shark Tank" tersebut.
Momen Kritis Menjelang Pemilu
O'Leary menyebut pemilu paruh waktu November mendatang menciptakan jendela mendesak untuk tindakan legislatif.
Meskipun sebelumnya ia berharap pengesahan terjadi pada pertengahan Mei, perdebatan soal imbalan stablecoin masih memengaruhi jadwal.
"Kita harus mengesahkan undang-undang infrastruktur ini karena tanpanya tokenisasi tidak akan pernah diadopsi oleh indeks institusional. Bitcoin pun masih menjadi aset pinggiran bagi para pemain besar," tegasnya.
Dorongan legislatif ini mengikuti suara bipartisan yang sukses di Komite Perbankan Senat. Ini menjadi tonggak penting bagi regulasi kripto di Amerika Serikat.
Perusahaan kripto besar seperti Coinbase Global Inc. kini mendukung RUU tersebut setelah kompromi melarang perusahaan menawarkan imbalan yang setara dengan bunga deposito.
Namun, kelompok perbankan masih belum puas.
RUU selanjutnya akan dibahas di lantai Senat, di mana para negosiator akan berupaya menggabungkan versi ini dengan versi Komite Pertanian Senat.
