⌂ Home › News › Tesla Percepat Rekrutmen FSD di China untuk Target Otonomi
News

Tesla Percepat Rekrutmen FSD di China untuk Target Otonomi

Tesla rekrutmen Full Self-Driving di China
Tesla rekrutmen Full Self-Driving di China
A A Text Size16px

Tesla (TSLA) kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menunjukkan perusahaan meningkatkan perekrutan 'mendesak' untuk pekerjaan terkait Full Self-Driving (FSD) di China.

Langkah ini menegaskan komitmen Tesla pada otonomi, meskipun pasar kendaraan listrik (EV) masih bergejolak dan persaingan ketat.

China merupakan pasar mobil terbesar di dunia, namun Tesla kehilangan pangsa pasar dari pemain lokal. Dengan perekrutan ini, Tesla berusaha mengejar ketertinggalan dalam fitur pengemudian cerdas.

Rekrutmen FSD di China

Tesla memasang lowongan kerja 'mendesak' untuk pengujian FSD, pekerjaan data, dan peran bantuan pengemudi di kota-kota besar China.

Hal ini menunjukkan Tesla tidak melambat dalam otonomi dan berusaha membangun bisnis FSD global.

Namun, tantangan tetap ada. Regulasi masih menjadi hambatan, dan Tesla perlu eksekusi yang baik untuk mengubah perekrutan ini menjadi kemajuan nyata.

Saham Tesla naik sekitar 25% dalam setahun terakhir, didorong oleh kegembiraan investor seputar otonomi dan AI. Saham sempat terpuruk awal 2026, lalu bangkit dari posisi terendah April.

Saham masih diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari, menunjukkan tren jangka panjang tetap utuh.

Namun, valuasi masih tinggi dengan rasio P/E sekitar 346,7 kali, jauh di atas median sektor sekitar 15 kali.

Rasio harga terhadap buku sekitar 18,4 kali, dibandingkan median sektor mendekati 2 kali. Para bullish mengatakan Tesla pantas mendapat premi karena opsi pertumbuhan dan arus kas.

Sementara bearish berpendapat saham TSLA sudah memperhitungkan banyak kesuksesan yang belum terwujud.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates