Ketika HTI Berbicara Tentang Pemilu 2014

Yogyakarta (7/9/13) – HTI menyatakan bahwa Demokrasi dan Teokrasi gagal yang disebabkan karena cacat sistemik sejak lahir , dan orang yang masih mengagungkan demokrasi adalah orang yang lugu dan kuno.

Teatrikal Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga disesaki oleh mahasiswa yang tertarik dengan pembahasan HTI dan Pemilu 2014 , hampir sekitar 200an orang lebih memadati gedung teatrikal yang kapasitasnya hanya 180an orang.Materi yang begitu menarik untuk dikaji , karena banyak orang yang mengetahui bahwa HTI ini adalah organisasi islam yang begitu kuat keteguhannya.HTI sendiri adalah sebuah organisasi keislaman yang tidak hanya terdapat di Indonesia .Namun menjamur di negeri tetangga , bahkan organisasi ini setingkat organisasi ASEAN.Statement awal dari salah seorang pemateri dari HTI yang bernama Ustad Ibnu Ulwa memaparkan bahwa organisasi HTI adalah organisasi politik , tetapi kami tidak bergabung dengan politik.Bahkan Ustad Ibu Ulwa dengan tegas memparakan bahwa demokrasi ini adalah gudang haram .Demokrasi adalah sistem kufur dimana manusia membuat hukum dengan hawa nafsunya .Sehingga terjadi kerusakan di berbagai bidang karena seseungguhnya yang membuat peraturan hanya Allah SWT semata. Tandas Ustad Ibnu Ulwa.

Salah seorang peserta memaparkan kalau sistem yang ditawarkan oleh HTI adalah sistem keislaman , sementara yang kita kehatui bahwa Indonesia adalah negara yang heterogen terdapat berbagai suku, agama dan bahasa makanya kalau sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan asas keislamana jelas tidak bisa yang lain pasti akan merasa iri.Dulu aja naskah Pancasila yang memiliki diksi ketuhanan berdasarkan asas islam bla-bla-bla di ubah .Jadi kalau sistem kesilaman akan diterapkan di Indonesia kurang terlalu sesuai.

Salah seorang pemateri lain memaparkan orang-orang HTI tolong jangan hanya berbicara tentang kebrobokan demokrasi dan menggembor-gemborkannya di depan muka umum. Justru kalau memang mengakui demokrasi itu salah dan bobrok yah ikut memperbaiki dan ikut berpartisipasi aktif dalam membenahi demokrasi , paling tidak ikut dalam pesta demokrasi . Tegas pak Takdir salah seorang pakar hubungan internasional .Ia juga menambahkan demokrasi sendiri memiliki dua sifat buruk yaitu sebagai upaya jual beli dukungan dan jual beli keputusan hukum.Maka dari itu para pendiri Indonesia sejak dari dulu tidak memakai kata-kata demokrasi dalam UUD maupun Pancasila , dan demokrasi yang ada di Indonesia sungguh demokrasi yang amat liberal dibanding dengan negara asalnya yaitu Amerika.

 

By: Chusniyatul Munawaroh